Kemajuan dan perkembangan peradaban dunia ini tentu sangat dipengaruhi oleh kualitas calon penerus generasinya. Sebuah ungkapan terkenal mengungkapkan: “Anak-anak berjumlah hanya sekitar 25% dari total populasi, namun menentukan 100% dari masa depan”. Dalam konteks mempersiapkan generasi penerus yang unggul, pendidikan anak usia dini memegang peranan sangat penting. Usia dini yang biasanya didefinisikan pada kisaran 0-6 tahun memang merupakan usia yang sangat menentukan dalam memulai proses “penggalian tambang” dan pengembangan intelegensi seorang anak. Tujuan utama pendidikan usia dini adalah memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak sejak awal yang meliputi aspek jasmani, psikis, dan sosial secara menyeluruh. Dengan begitu anak diharapkan lebih siap untuk belajar lebih lanjut. Bukan hanya secara akademik di sekolah, melainkan juga sosial, emosional, dan moral pada setiap lingkungan yang mereka temui. Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Universal menerapkan konsep pendidikan sebagai kunci bagi perbaikan dunia yang berlandaskan pada sebuah filosofi yang telah diperkenalkan oleh Pesuruh Tuhan dari Agama Baha’i yaitu Sang Suci Baha’u’llah seperti yang dikutip dari TulisanNya berikut ini: “Anggaplah manusia sebagai suatu tambang yang kaya akan permata-permata yang tak ternilai harganya. Hanya pendidikanlah yang dapat mengeluarkan harta kekayaannya dan memungkinkan umat manusia mendapatkan keuntungan darinya”. Sekarang bayangkanlah jika anda diberi suatu sumber tambang yang berisi permata-permata yang luar biasa indahnya dan setiap hari anda menemukan permata-permata yang baru yang tersembunyi dalam terowongan-terowongan tambang tersebut. Tidakkah ini begitu menyenangkan bagi anda? Terpikirkah oleh anda permata-permata apa sajakah yang dimiliki oleh anak-anak tersebut? Kita dapat menganggap sifat-sifat baik yang terpendam dalam diri manusia seperti cinta, keramahan, keadilan, kejujuran, kedermawanan, sifat dapat dipercaya, dan ketulusan hati sebagai permata-permata tersebut. Kemampuan-kemampuan akal manusia seperti kapasitas untuk menemukan rahasia-rahasia alam, menghasilkan karya-karya seni yang indah, dan mengekspresikan pikiran-pikiran yang indah yang luhur dalam berbagai bentuk juga termasuk dari permata-permata tersebut. Semua itu dapat terwujud hanya melalui pendidikan sejati di mana manusia dapat mengeluarkan semua harta terpendam yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada manusia. Program pendidikan anak – anak di desa-desa terpencil adalah suatu program yang sangat terkait dengan program pemberdayaan muda-mudi dalam pendidikan anak-anak. Setelah muda-mudi tersebut menamatkan pendidikannya maka mereka mulai mengabdikan dirinya dengan mendidik dan mengajar anak-anak di PPK YBTI Universal selama masa ikatan dinas. Seiring dengan visi YBTI yang melihat daerah-daerah terpencil (desa/dusun) sebagai tempat lokasi didirikannya sebuah PPK serta di wilayah tersebut tidak memiliki sekolah formalnya, maka saat ini YBTI Universal telah memiliki 15 Pusat Pendidikan Kreatif (PPK) di antaranya berada di provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, ada 8 sekolah (Mongan Poula, Sotboyak, Labuan Bajau, Simalegi Tengah, Sirilogui, Cimpungan, Pokai dan Sarausau) dan 7 PPK di Sumatera Utara yaitu Kabupaten Dairi (parbuluan-iii/”target=”_self”title=”PPK Barisan Nainggolan” >Barisan Nainggolan, Berampu, Juma gunung, Paninjoan, Sidikalang kota) dan 2 PPK di Kota Medan (Tanjung Rejo dan Pancur Batu). Pendirian Pusat Pendidikan Kreatif/PPK di sebuah desa didirikan, setelah kata mufakat dicapai melalui musyawarah antara yayasan dengan pemerintah setempat. Selama menyelenggarakan PPK ini, bantuan dan dukungan serta kerjasama yang penuh pengertian dari para orang tua murid, masyarakat dan pemerintah desa serta instansi terkait sangatlah besar. Tujuan Dibentuknya PPK: – Membangun karakter generasi penerus bangsa melalui pendidikan moral dan pengembangan sifat-sifat mulia diri anak-anak didik. – Mengajarkan pada anak-anak bangsa untuk mempraktekkan prinsip-prinsip pengabdian pada umat manusia tanpa memandang perbedaan suku, kebangsaan dan jenis kelamin. – Membangun kepercayaan diri dan kreatifitas anak melalui penggunaan musik, seni dan drama. – Membantu anak-anak dalam keterampilan pengetahuan dasar, diantaranya membaca, menulis dan berhitung. – Mengajar anak-anak Bahasa Inggris dasar. – Mengembangkan kesadaran anak-anak akan kesehatan dan kebersihan. – Melatih motorik kasar dan halus anak – Mengajarkan anak untuk peduli dan mencintai lingkungan sekitarnya.
Peranan Orang Tua di PPK:
1.Membantu pelaksanan kegiatan Gizi
Orang tua, khususnya ibu-ibu berdasarkan jadwal yang telah dibuat membantu pelaksanaan program gizi dengan memasak / menyiapkan makanan untuk anak-anak.
2.Pengadaan Alat Peraga dari bahan alam
Orang tua membantu meyediakan peraga mengajar yang terbuat dari alam seperti parang, pisau, penokok, cangkul yang terbuat dari kayu; keranjang, roigen (sangkar ayam) yang terbuat dari rotan.
3.Membantu pelaksanaan open day
Orang tua dilibatkan dalam kepanitiaan open day seperti mendekorasi ruangan, mengumpulkan dana dan membagikan surat undangan, ibu-ibu dilibatkan dalam pembuatan kue untuk undangan
4.Penggalangan dana
Pada saat Open day beberapa ibu ditugaskan untuk membuat kue khusus untuk dilelang. Modal dari kue tersebut dikembalikan dan keuntungannya disumbangkan ke PPK.
Peranan Orang tua bersama Masyarakat :
1.Membersihkan Lingkungan Sekolah.
Orang tua secara rutin mengadakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekolah. Dibeberapa PPK kebersihan lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tapi seluruh masyarakat.
2.Pembuatan Pagar
Orang tua menyediakan bahan-bahn untuk pembuatan pagar seperti bambu, tonggak dan pengerjaannya dilakukan bersama-sama.
3.Pembuatan/Perbaikan rumah guru
Orang tua dan masyarakat turut bertanggung jawab dalam meyediakan tempat tinggal bagi guru-guru. Dibeberapa tempat orang tua dan masyarakat bekerja sama mendirikan rumah untuk guru-guru. Dibeberapa PPK pengadaan papan untuk bangunan dibantu oleh Yayasan.sedangkan bahan-bahan yang lain dan pengerjaannya dilakukan secara swadaya.
Sedangkan di PPK yang lainnya, orang tua dan masyarkat yang belum mampu mendirikan rumah untuk guru, memanfaatkan rumah yang ada dan melakukan perehapan sehingga lebih layak untuk ditempati.
4.Pembuatan tempat permainan luar ruangan
Orang tua dan masyarakat mengumpulkan dana untuk membuat tempat permainan luar ruangan, beberapa orang tua menyumbang kan bahan yang diperlukan seperti semen. Dengan adanya tempat permainan ini, diharapkan permainan ini akan lebih terjaga keawetannya dan dapat digunakan kapan saja oleh anak-anak.
Catatan : Baik peranan orang tua atau masyarakat diatas merupakan bagian dari program BMO. Yang direncanakan dan dilaksanakan bersama dan pelaksanaan pekerjaan ini dikelola oleh BMO.