<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>YBTI Universal &#187; Selamat datang di website YBTI Universal</title>
	<atom:link href="http://ybtiuniversal.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ybtiuniversal.org</link>
	<description>Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Universal &#124; Selamat Datang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2012 09:10:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pemaaf (Forgiveness)</title>
		<link>http://ybtiuniversal.org/pemaaf-forgiveness/</link>
		<comments>http://ybtiuniversal.org/pemaaf-forgiveness/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 07:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YBTI Universal</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Virtues]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ybtiuniversal.org/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[&#34;&#8230; Jika seseorang jatuh dalam kesalahan untuk seratus ribu kali, ia masih dapat menghadapkan wajahnya padamu dengan harapan engkau akan mengampuni kesalahan-kesalahannya; karena dia tidak boleh menjadi berputus asa ataupun sedih dan patah semangat.&#34; Abdul-Baha]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&quot;&#8230; Jika seseorang jatuh dalam kesalahan untuk seratus ribu kali, ia masih dapat menghadapkan wajahnya padamu dengan harapan engkau akan mengampuni kesalahan-kesalahannya; karena dia tidak boleh menjadi berputus asa ataupun sedih dan patah semangat.&quot;</p>
<p>Abdul-Baha</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ybtiuniversal.org/pemaaf-forgiveness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta (Love)</title>
		<link>http://ybtiuniversal.org/cinta-love/</link>
		<comments>http://ybtiuniversal.org/cinta-love/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 05:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YBTI Universal</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Virtues]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ybtiuniversal.org/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Janganlah engkau membalas dendam dan janganlah dengam kepada anak-anak bangsamu, akan tetapi cintailah sesamamu seperti diri sendiri&#8230; Leviticus 19:18]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Janganlah engkau membalas dendam dan janganlah dengam kepada anak-anak bangsamu, akan tetapi cintailah sesamamu seperti diri sendiri&#8230;</p>
<p>Leviticus 19:18</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ybtiuniversal.org/cinta-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Singa dan Tikus</title>
		<link>http://ybtiuniversal.org/cerita-bermakna-singa-dan-tikus/</link>
		<comments>http://ybtiuniversal.org/cerita-bermakna-singa-dan-tikus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 08:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YBTI Universal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bermakna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ybtiuniversal.org/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Singa dan Tikus &#160; Seekor tikus tiba-tiba berlari melewati muka seekor singa yang sedang tertidur pulas di sarangnya. Singa itu&#160; terbangun dan menjadi marah, ia langsung menangkap tikus itu, menggenggamnya dalam cakarnya dan berniat untuk membunuhnya. Ia merasa sangat ketakutan, rasa pilu menyelimutinya karena ia akan kehilangan nyawanya. &#8220;Tolong bebaskan saya&#8221;, kata tikus itu. &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ybtiuniversal.org/cerita-bermakna-singa-dan-tikus/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<h2 align="center" style="text-align:center"><span style="font-size:16.0pt;<br />
mso-bidi-font-size:13.0pt;line-height:115%">Singa dan Tikus<o:p></o:p></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; "><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;color:black"><o:p>&nbsp;</o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; "><span style="mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;<br />
color:black">Seekor tikus tiba-tiba berlari melewati muka seekor singa yang sedang tertidur pulas di sarangnya. Singa itu&nbsp; terbangun dan menjadi marah, ia langsung menangkap tikus itu, menggenggamnya dalam cakarnya dan berniat untuk membunuhnya. Ia merasa sangat ketakutan, rasa pilu menyelimutinya karena ia akan kehilangan nyawanya. &ldquo;Tolong bebaskan saya&rdquo;, kata tikus itu. &ldquo;Dan suatu hari saya akan membalas budi baikmu jika kamu&nbsp; mau membebaskan saya.&rdquo; Pernyataan tikus itu dianggap remeh oleh si singa karena tikus adalah makhluk yang sangat kecil, bagaimana mungkin ia dapat membantu seekor singa yang sangat besar. Singa pun tertawa terbahak-bahak karena merasa pernyataan tikus itu sangat lucu. Maka dilepaskannyalah tikus tersebut. Tapi akhirnya tiba jugalah&nbsp; kesempatan bagi sitikus untuk membantu singa itu. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; "><span style="mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;<br />
color:black">Suatu hari,&nbsp; singa itu terperangkap dalam suatu perangkap yang telah dipasang oleh seorang pemburu. Si singa mengaum dengan kerasnya, dan tikus mendengar auman singa dan langsung berlari menuju kearah singa yang telah terperangkap itu. Setibanya ditempat si singa, ia langsung menggigit tali-tali yang telah mengikat singa. Tak lama kemudian singapun terlepas dari perangkap itu, dan bebas. Nah!, kata si tikus, kamu telah bebas. Dulu kamu menertawakan saya ketika saya berjanji akan membalas kebaikanmu karena melepaskan saya. Tapi sekarang, kamu dapat lihat, bahkan seekor tikus pun dapat membantu seekor singa.<o:p></o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ybtiuniversal.org/cerita-bermakna-singa-dan-tikus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak yang Bersih</title>
		<link>http://ybtiuniversal.org/cerita-bermakna-anak-yang-bersih/</link>
		<comments>http://ybtiuniversal.org/cerita-bermakna-anak-yang-bersih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 02:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YBTI Universal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bermakna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ybtiuniversal.org/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Anak yang Bersih &#160; Ini ada cerita tentang seorang anak kecil yang bernama Kenny. Ia sangat suka bermain diluar, ditempat-tempat yang berlumpur dan becek, dan ia senang mengejar lebah-lebah yang beterbangan dipohon. Setiap sore ia pergi keluar dan bermain. Dia seorang anak yang sangat gembira. Ibu Kenny tahu bahwa Kenny sangat menyukai kue dan &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ybtiuniversal.org/cerita-bermakna-anak-yang-bersih/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<h2 align="center" style="text-align:center"><span style="font-size:16.0pt;<br />
mso-bidi-font-size:13.0pt;line-height:115%">Anak yang Bersih<u><o:p></o:p></u></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; "><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;color:black"><o:p>&nbsp;</o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; "><span style="mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;<br />
color:black">Ini ada cerita tentang seorang anak kecil yang bernama Kenny. Ia sangat suka bermain diluar, ditempat-tempat yang berlumpur dan becek, dan ia senang mengejar lebah-lebah yang beterbangan dipohon. Setiap sore ia pergi keluar dan bermain. Dia seorang anak yang sangat gembira.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; "><span style="mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;<br />
color:black">Ibu Kenny tahu bahwa Kenny sangat menyukai kue dan gula-gula, jadi suatu hari si ibu membuat sebuah kue yang enak sekali untuk Kenny dan keluarganya. Kenny sedang diluar bermain ketika ibu memanggilnya untuk makan. Karena asyiknya bermain, Kenny tidak mau pulang kerumah. Tapi kemudian ia mencium bau kue yang enak sekali yang datang dari arah dapur rumahnya. Ia berlari menuju rumahnya dan langsung memakan kue itu.&nbsp; Ia lupa mencuci tangannya sebelum makan. Ia begitu menginginkan kue itu sehingga ia tidak bisa memikirkan hal lain selain kuenya. Ia memakan kue itu dengan lahapnya sehingga sampai berlepotan dimuka dan tangannya. Ketika selesai, ia tidak mau mencuci tangan dan mukanya. Ia langsung pergi bermain keluar.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; "><span style="mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;<br />
color:black">Tak lama kemudian, ia menjadi letih dan memutuskan untuk pergi tidur. Ketika ia sedang tidur dibawah pohon, berdatanganlah semut-semut kearahnya dan menaiki&nbsp; mukanya dan mulai menggigitnya. Ia&nbsp; menjadi terkejut dan langsung berlari kerumahnya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; "><span style="mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;<br />
color:black">Kali ini Kelly mencuci muka dan tangannya. Ia merasa lebih enak setelah mencuci muka dan tangannya. Sekarang ia sadar bahwa lebih baik mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan selalu menjaga agar muka dan badannya bersih setiap waktu. Nah! Sekarang Kenny sudah menjadi anak yang bersih.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; "><span style="mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;color:black"><o:p>&nbsp;</o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ybtiuniversal.org/cerita-bermakna-anak-yang-bersih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menjadi Guru Teladan</title>
		<link>http://ybtiuniversal.org/bagaimana-menjadi-guru-teladan/</link>
		<comments>http://ybtiuniversal.org/bagaimana-menjadi-guru-teladan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 00:42:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YBTI Universal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantarawebsite.com/ybtiuniversalwp/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Seleksi guru teladan (guru berprestasi istilah saat ini) sebenarnya merupakan ajang melihat dan refleksi diri bagi para guru. &#160;Kadang seorang guru telah merasa dirinya sudah paling bagus, paling super, paling berhasil dalam mengajar diantara teman teman di sekolah di mana guru tersebut berada. Indikator yang mudah ditemukan adalah ketika kumpul sesama guru yang sifatnya non &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ybtiuniversal.org/bagaimana-menjadi-guru-teladan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><samp>Seleksi guru teladan (guru berprestasi istilah saat ini) sebenarnya merupakan ajang melihat dan refleksi diri bagi para guru. &nbsp;Kadang seorang guru telah merasa dirinya sudah paling bagus, paling super, paling berhasil dalam mengajar diantara teman teman di sekolah di mana guru tersebut berada. Indikator yang mudah ditemukan adalah ketika kumpul sesama guru yang sifatnya non formal, sering terlontar bahwam dirinyalah yang paling bagus dalam mengajar, dirinyalah yang paling menguasai dalam materi pembelajaran, dirinyalah yang paling baik dalam mencetuskan ide, dirinyalah yang paling bisa dalam mengatasi masalah siswa nakal, siswa pandai, dan masih banyak lagi yang lain. Memang tidak dipungkiri bahwa setiap orang (termasuk guru) memiliki kecenderungan untuk sombong, mengunggulkan dirinya dibanding dengan teman atau orang lain. Relatif sedikit guru yang menyadari bahwa dirinya mempunyai banyak kekurangan. &nbsp;Cerita-cerita di depan kelas ketika mengajar juga mengindikasikan kecenderungan untuk sombong di hadapan para siswanya. Namun ketika ada edaran seleksi guru teladan (guru berprestasi), lomba karya tulis, lomba karya ilmiah, sangat sulit mencari guru yang dengan suka rela dan kesadaran diri mengajukan dirinya kepada sekolah untuk mengikutinya. Kondisi ini ternyata terjadi di hampir setiap satuan pendidika baik di tingkat SD, SMP, maupun di tingkat SMA/MA/SMK. Sangat ironis memang. Namun itulah kondisi real di lapangan. Apakah ini sudah sifat dan karakter sebagian besar bangsa Indonesia yang cenderung enggan berkompetisi? Meskipun sebenarnya keikutsertaan pada ajang lomba, sangat dibutuhkan untuk mengetahui potensi diri secara nyata. Lomba merupakan ajang refleksi diri sejauh mana potensi diri kita dibanding dengan para guru yang lain di luar institusinya (tidak seperti jago kandang yang hanya menang di kandangnya sendiri, namun ketika di kandang lawan tidak ada apa-apanya).</samp></p>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Dalam seleksi guru teladan, empat aspek kompetensi guru benar benar diuji, yakni aspek paedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian.</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><strong><samp>Paedagogis</samp></strong></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Pada aspek ini, guru dituntut untuk mengetahui teori belajar, teori mengajar, teori perkembangan jiwa anak, juga dituntut untuk memahami kurikulum yang berlaku terutama yang menyangkut arah pembelajaran dan semangat kurikulum yang berlaku saat itu. Pada seleksi guru teladan, aspek ini diukur melalui tes tertulis maupun tes wawancara, disamping juga diukur melalui ada dan tidaknya dokumen pembelajaran yang meliputi</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<ul>
<li><samp>rencana pembelajaran,</samp></li>
<li><samp>aporan pelaksanaan pembelajaran,</samp></li>
<li><samp>data hasil evaluasi pembelajaran</samp></li>
<li><samp>data analisis hasil evaluasi dan</samp></li>
<li><samp>laporan program tindak lanjutnya</samp></li>
</ul>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Kelima dokumen tersebut perlu lengkap dan lampirkan dalam bentuk portofolio yang disatukan dengan dokumen aspek yang lain (10 aspek/komponen sertifikasi guru).</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Profesional</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Pada apek ini, guru dituntut untuk menguasai materi pelajaran sesuai yang dikehendaki dan diamanatkan oleh kurikulum, tentu berkaitan dengan bidang ajar yang digelutinya, sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Pada seleksi guru teladan, aspek ini diuji melalui dukumen karya pengembangan profesi, misal ada dan tidaknya buku hasil karya yang dipublikasikan, karya ilmiah yang dipublikasikan baik melalui jurnal terakreditasi maupun melalui media lain yang relevan. Kepemilikan piagam penghargaan dan sertifikat keikutsertaan dalam forum ilmiah, juga dapat menjadi indikator penguasaan aspek profesional seorang guru.</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Sosial</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Aspek ini sangat banyak indikatornya. Sering dan tidaknya guru diberi tugas di sekolah yang tercermin pada banyak dan tidaknya SK penugasan kepala sekolah pada guru tersebut, bagaimana peran guru di lingkungan tempat tinggalnya (biasanya dibuktikan dengan surat keterangan Kepala Keluranan) apakah menjadi ketua RT, ketua RW, penasehat RT penasehat RW, anggota/pengurus Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), atau Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota (LPMK), anggota/pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), atau jabatan lain di lingkungan tempat tinggalnya.</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Kepribadian</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Seorang guru teladan tentu tidak lepas dari kepemilikan kemantapan dan kematangan kepridadian. Indikator aspek ini diuji melalui wawancara dan tes tertulis. Bagaimana cara berpenampilan dihadapan penguji, bagaimana cara menjawab dan cara berbicara dihadapan penguji, bagaimana cara menolak atau menyanggah atau berargumentasi ketika dipersalahkan penguji. Disisi lain juga dapat diuji melalui pertanyaan yang sifatnya mengarah pada pandangan pribadi tentang suatu masalah.</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Lain-lain</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Karya Ilmiah, adalah aspek penting yang harus ada dalam seleksi guru berprestasi. Karya ilmiah ini dapat berupa laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , dan artikel jurnal. &nbsp;Untuk yang satu ini, nampaknya tidak boleh tidak. Seorang guru teladan cenderung wajib mempunyai karya ilmial, entah berupa hasil penelitian atau tulisan yang lain, yang dihasilkan melalui prosedur ilmiah. Satu lagi yang tidak kalah pentingnya untuk dikuasai dalam seleksi guru berprestasi adalah hafal, mengerti, dan memahami peraturan dan perundangan dan kebijakan tentang pendidikan di Indonesia.</samp></div>
<div>&nbsp;</div>
<div><samp>Tulisan ini hanya merupakan hasil renungan seorang guru kecil yang ingin berbagi pengalaman kepada rekan rekan guru yang ingin mengikuti seleksi guru teladan (guru berprestasi). Penulis berbagi hasil renungan ini sehubugan pernah mengikuti seleksi guru berprestasi tingkat kota Semarang yang kebetulan baru meraih juara 3 tingkat kota Semarang, pada tahun 2008.</samp></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ybtiuniversal.org/bagaimana-menjadi-guru-teladan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Lagi Dikotomi</title>
		<link>http://ybtiuniversal.org/hello-world/</link>
		<comments>http://ybtiuniversal.org/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 05:03:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YBTI Universal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantarawebsite.com/ybtiuniversalwp/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Kamis, 25 Agustus 2011 Sesditjen PAUDNI: Tak Ada Lagi Dikotomi PAUD Formal dan Nonformal. BANDUNG &#8211; Perubahan numenklatur struktur Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PNFI) menjadi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) membawa pengaruh membesarnya cakupan garapan, termasuk di dalamnya dengan bergabungnya TK (taman kanak-kanak) dalam satu &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://ybtiuniversal.org/hello-world/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div>
<p>Kamis, 25 Agustus 2011 Sesditjen PAUDNI: Tak Ada Lagi Dikotomi PAUD Formal dan Nonformal. BANDUNG &ndash; Perubahan numenklatur struktur Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PNFI) menjadi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) membawa pengaruh membesarnya cakupan garapan, termasuk di dalamnya dengan bergabungnya TK (taman kanak-kanak) dalam satu payung. &ldquo;Itu berarti tidak ada lagi dikotomi PAUD formal dan PAUD informal. Jadi, sekarang ini keduanya satu payung dibawah Direktorat Pembinaan PAUD. Hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat sehingga di lapangan semuanya paham. Ini menjadi tugas kita bersama termasuk organisasi mitra Ditjen PAUDNI,&ldquo; tegas Sekretaris Ditjen PAUDNI, Gutama saat membuka Rakor PAUDNI dengan Mitra Ditjen PAUDNI di Bandung, Senin (25/7). Dalam kesempatan itu, dia meminta organisasi mitra yang terdiri atas tim penggerak PKK, Kowani, GOPTKI, Aisyiah, Muslimat NU, Himpaudi, Badan Koordinasi Organisasi Wanita, IGTKI, Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Indonesia dan unsur dinas pendidikan, yang diwakili Kabid Pendidikan Nonformal dan Informal, turut mensosialisasikan perubahan numenklatur tersebut sehingga tidak ada kasalahpahaman di masyarakat. Menurut Gutama, kebijakan dan program Ditjen PAUDNI sebagus apapun tanpa bantuan organisasi mitra tidak akan berarti apa-apa, tidak akan berjalan sesuai harapan bila tidak dibantu masyarakat atau stake holdernya. &ldquo;Karena itu, kami berharap tim penggerak PKK, Kowani, GOPTKI, Aisyiah, Muslimat NU, Himpaudi, Badan Koordinasi Organisasi Wanita, IGTKI, Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Indonesia dan instansi atau lembaga lain yang selama ini telah bekerjasama dengan Ditjen PAUDNI, tetap konsisten membantu mengimplementasikan program-program PAUDNI. Sebab, organisasi mitra Ditjen PAUDNI ujung tombak di lapangan,&rdquo; tandasnya. Sesditjen PAUDNI mengemukakan, seiring dengan bergabungnya TK PAUD ke depan PAUD lebih dikembang lagi. Jadi, di lapangan masyarakat yang memiliki PAUD kalau bisa mengembangkan TK. Begitu juga sebaliknya, bagi masyarakat yang sudah mendirikan TK dikembangkan lagi dengan menyelenggarakan Kelompok Bermain (KB), TPA (Taman Penitipan Anak) dan Satuan PAUD Sejenis yang jumlahnya sangat beragam. &ldquo;Pemerintah menargetkan angka partisipasi kasar (APK) PAUD pada 2015 mendatang diharapkan mencapai 75 persen. Target atau sasaran tersebut dapat tercapai bila ada dukungan dari masyarakat, yaitu organisasi mitra dan dinas pendidikan setempat. Apalagi, pemerintah juga menargetkan tepat 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045, PAUD ini menjadi potensi. Sebab, anak PAUD sekarang pada tahun tersebut akan menjadi generasi di masa depan, generasi yang andal,&rdquo; tegasnya. Karena itu, tambah Sesditjen PAUDNI, Gutama, pemerintah saat ini memberikan berbagai terobosan tidak saja peserta didik yang menjadi garapan, tapi juga orangtua yang memiliki anak PAUD. &ldquo;Kita bidik dengan program parenting. Jadi, orangtua anak PAUD juga kita didik bagaimana mendidik anak yang benar,&rdquo; paparnya. Jadi, ujarnya, orangtua khususnya kaum ibu bukan saja pendidik pertama, tapi juga pendidik utama dalam keluarga. Karena itu, peran ibu sangat besar dan menentukan generasi kita di masa mendatang. Peran ibu juga sangat penting dan berat mengingat saat ini tantangan di lingkungan keluarga begitu banyak. Mulai dari siaran televisi, buku cabul, CD porno dan situs yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu, ibu jangan sampai kecolongan. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sesditjen PAUDNI, I Gde Panca mengemukakan, secara umum pencapaian target nasional program di lingkungan Ditjen PAUDNI menunjukan kemajuan yang cukup baik. &ldquo;Hal itu dapat dilihat dari indikasi menurunnya angka buta aksara bagi penduduk berusia di atas 15 tahun, tertampungnya lulusan program kecakapan hidup di dunia kerja, meningkatnya jumlah tenaga pendidik PAUDNI yang berkualifikasi pendidikan, meningkatnya kepedulian gender dalam lingkungan pendidikan,&rdquo; ujarnya.(mulia) Sumber: Warta PAUDNI</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ybtiuniversal.org/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: ybtiuniversal.org @ 2012-05-21 10:54:50 -->
